JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026). Hingga pukul 11.30 WIB, indeks anjlok 302,116 poin atau 4,88 persen ke level 5.893,311.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, mengatakan koreksi tajam IHSG yang melebihi 4 persen pada perdagangan sesi pertama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan utama (big banks) dan kelompok emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

Saham-saham tersebut sebelumnya menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG setelah pasar merespons positif rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali berada di level ekspansif, yakni 50.“Koreksi IHSG yang melebihi 4 persen pada perdagangan pagi ini utamanya dipicu oleh aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan utama dan grup konglomerasi Prajogo, setelah sebelumnya menopang penguatan indeks pasca-rilis data PMI Manufaktur di level 50,” ujar Azharys saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Baca juga: IHSG Terkoreksi 253,056 Poin Jelang Penutupan Sesi 1, Imbas Rupiah Anjlok?