JAKARTA, KOMPAS.com - Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (3/6/2026) dinilai menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius.

IHSG ditutup ambruk 4,11 persen atau terkoreksi 254,360 poin ke level 5.941,066, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 5.841,996.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai penurunan IHSG kali ini tidak semata-mata dipicu oleh faktor eksternal seperti kembali memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia mendekati 100 dollar AS per barrel.“Jika dilihat dari data, penurunan ini bukan semata-mata dipicu oleh faktor eksternal seperti memanasnya kembali konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak dunia mendekati 100 dollar AS per barrel, tetapi juga diperberat oleh berbagai sentimen domestik yang belum menemukan titik terang,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Rabu malam.

Baca juga: IHSG Ambruk 4 Persen: Rupiah, Moody’s, dan Investor Asing Jadi Pemicu

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga diperberat oleh berbagai sentimen domestik yang hingga kini belum menemukan titik terang.