FENOMENA "Sell Indonesia" tidak dapat dipahami hanya dari angka-angka. IHSG yang terkoreksi, rupiah melemah, dan aliran dana asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia merupakan gejala.
Masalah utamanya adalah kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Investor tidak menolak risiko, sepanjang risiko itu dapat dihitung. Dalam dunia investasi, risiko adalah bagian dari keputusan bisnis yang dapat diukur dan dikelola.Yang menjadi masalah adalah ketidakpastian, terutama ketika kebijakan sering berubah, muncul pada waktu yang kurang tepat, dan tidak dikomunikasikan dengan jelas kepada pasar.
Di sinilah pendekatan economic analysis of law menjadi penting. Hukum dan kebijakan publik tidak cukup dinilai dari niat baik pembuatnya. Dampaknya terhadap perilaku pelaku ekonomi juga perlu diperhatikan.
Apakah suatu aturan membuat kegiatan usaha lebih efisien, lebih pasti, dan lebih mudah diprediksi, atau justru menambah biaya transaksi dan risiko baru?













