KUPANG, KOMPAS.com – Sebuah kamar di lantai dua rumah Perumahan RSS Baumata, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, menjadi saksi bisu runtuhnya pertahanan psikologis seorang dokter muda.
Pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.50 Wita, teriakan histeris dari dalam rumah memecah keheningan sore. Dr. Icha (28), dokter yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan telah mengembuskan napas terakhirnya.
Di dekat tubuhnya yang kaku, polisi menemukan seutas tali nilon biru sepanjang dua meter dan sepucuk surat, sebuah wasiat terakhir yang kini diamankan oleh penyidik sebagai kunci pembuka tabir misteri kematiannya.Baca juga: Dokter Icha Meninggal, Bupati TTU Bekukan Perpanjangan Izin RSU Leona
Pesan Tersirat dalam Sepucuk Surat Wasiat
Kematian dr. Icha memantik sorotan tajam publik. Sebelum ditemukan wafat, almarhumah diduga kuat mengalami tekanan psikologis berat akibat dugaan intimidasi anggota DPRD TTU.














