SEBUAH program yang dirancang untuk menggerakkan ekonomi desa semestinya dimulai dari penguatan kapasitas usaha.

Pelatihan manajemen, literasi keuangan, kewirausahaan, pemasaran, atau tata kelola organisasi lazim menjadi fondasi bagi mereka yang akan mengelola koperasi.Namun yang terjadi dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih justru menghadirkan ironi yang sulit diabaikan.

Sebelum koperasi berdiri kokoh, sebelum laporan keuangan pertama disusun, bahkan sebelum para calon manajer mulai menjalankan tugasnya, kabar duka lebih dahulu datang.

Hingga hari ini sudah tiga orang peserta dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran yang menjadi bagian dari proses pembentukan pengelola koperasi.

Peristiwa ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.