Jakarta - Kehilangan pekerjaan menjadi situasi yang tidak mudah bagi banyak orang. Selain kehilangan sumber penghasilan, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) juga harus mencari cara agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.Di tengah kondisi tersebut, memulai usaha sendiri menjadi salah satu pilihan yang banyak diambil. Namun, keterbatasan modal dan minimnya pengalaman berwirausaha sering kali menjadi kendala.Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) menghadirkan program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Program ini membantu korban PHK dan kelompok ekonomi rentan membangun kembali sumber penghasilan melalui usaha ultra mikro.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan sebagian besar peserta program ini merupakan pekerja yang terdampak PHK. Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya Pertamina untuk membantu masyarakat bangkit secara ekonomi melalui dukungan sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan."Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha," ujar Baron.Sebagai bentuk apresiasi atas perkembangan usaha para peserta, Pertamina telah mewisuda 168 peserta Program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Mereka dinilai telah menyelesaikan proses pembinaan dan siap mengembangkan usahanya secara lebih mandiri.Baron menambahkan, Program UMiMAX merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro sehingga dapat mandiri, berkembang, dan naik kelas."Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal," ujar Baron.Bantu Korban PHK Memulai UsahaUMiMAX menjadi salah satu upaya Pertamina untuk membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian agar dapat memiliki sumber penghasilan baru. Melalui program ini, peserta memperoleh dukungan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, mulai dari gerobak usaha, peralatan pendukung, bahan baku, hingga pendampingan dalam menjalankan usaha.Sejak berjalan pada Desember 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 168 mitra usaha ultra mikro. Total dana hibah yang telah disalurkan mencapai Rp 1,17 miliar untuk mendukung pengembangan usaha para penerima manfaat. Hasilnya, para peserta berhasil membukukan total omzet usaha sebesar Rp 2,75 miliar dengan total laba mencapai Rp 858 juta.Diketahui, program UMiMAX telah menjangkau enam wilayah, yakni Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung yang terdiri dari 65 usaha warmindo (warung makan mie), 63 usaha kopling (kopi keliling), dan 40 usaha mini ATM (anjungan tunai mandiri).Untuk tahun 2026, Pertamina akan memperluas jangkauan program dengan target menjaring hingga 1.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama program tetap pada wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi, serta masyarakat berpenghasilan rendah.Adapun proses pemetaan wilayah akan dilakukan secara cermat berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).Baron berharap, UMiMAX bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat terutama yang membutuhkan dukungan usaha untuk hidup berdikari dan berdaya."Melalui program ini, Pertamina memberikan dukungan kepada masyarakat. Kami berharap upaya kami ini juga didukung dengan para mitra pelaku usaha, dengan terus bersemangat agar mitra UMKM semakin tangguh dan berdaya," jelas Baron.Capaian tersebut menunjukkan bahwa dukungan yang tepat dapat membantu masyarakat membangun usaha yang mampu menjadi sumber penghasilan baru. Tak sedikit peserta yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi kini mulai merasakan manfaat dari usaha yang mereka jalankan.Dari Ketidakpastian Pasca PHK hingga Punya Penghasilan StabilUMiMAX Pertamina Bantu Pekerja Terdampak PHK Memulai Usaha Mandiri Foto: PertaminaSalah satu penerima manfaat UMiMAX adalah Rahmadi (30). Sebagai seorang duda yang menjadi tulang punggung keluarga, Rahmadi harus menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan dan menjadi korban PHK.Di tengah keterbatasan kesempatan kerja dan kebutuhan keluarga yang terus berjalan, ia berusaha mencari berbagai cara agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesempatan itu datang ketika Rahmadi bergabung dalam Program UMiMAX dan mendapatkan dukungan untuk menjalankan usaha warung kopi atau warkop.Perlahan, usaha yang dijalankannya mulai berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil. Saat ini, usaha Rahmadi mencatat omzet sekitar Rp 1,9 juta per minggu."Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang," ujar Rahmadi.Cerita serupa juga dialami Wiwik Utami (49). Setelah suaminya terkena PHK hampir dua tahun lalu, kehidupan keluarganya bergantung pada penghasilan sang suami sebagai pengemudi ojek online. Kondisi tersebut membuat kebutuhan rumah tangga harus dihemat, sementara biaya sekolah dan kebutuhan lainnya kerap dibantu oleh anaknya yang sudah bekerja.Melalui bantuan usaha Warmindo dari UMiMAX, Wiwik mulai memiliki peluang untuk menambah penghasilan keluarga. Meski awalnya hanya menghasilkan kurang dari Rp 50 ribu per hari, usahanya perlahan berkembang seiring bertambahnya pelanggan dan variasi produk yang dijual.Kini, Wiwik memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per minggu. Penghasilan tersebut membantunya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan pada anaknya."Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak," ujar Wiwik.Dorong Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik KelasSelain membantu masyarakat memulai usaha, UMiMAX juga mendorong pelaku usaha ultra mikro agar dapat berkembang dan naik kelas. Para peserta tidak hanya memperoleh bantuan usaha, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mengelola bisnis.Keberhasilan program tersebut terlihat dari capaian para peserta yang mampu mengembangkan usaha dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. Bahkan, beberapa peserta berhasil mencatatkan omzet dan laba yang terus meningkat setelah mendapatkan pembinaan melalui program ini.Pertamina mencatat, dari program ini, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar 30juta rupiah. Beberapa di antaranya bahkan meraih laba lebih dari Rp10 juta rupiah per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai 2,75 miliar rupiah, dengan laba bersih hingga Rp858 juta.Baron mengatakan hasil yang dicapai para peserta menjadi bukti bahwa usaha ultra mikro memiliki peluang besar untuk berkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat."Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," ujar Baron.Kesempatan Bangkit Saat Kondisi SulitUMiMAX Pertamina Bantu Pekerja Terdampak PHK Memulai Usaha Mandiri Foto: PertaminaKisah lain datang dari Siti Zulfah (45). Masa pandemi menjadi periode yang berat bagi keluarganya setelah sang suami terkena PHK dan kemudian didiagnosis menderita penyakit paru-paru yang mengharuskannya menjalani dua kali operasi. Kondisi tersebut membuat suaminya tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.Di tengah kebutuhan keluarga yang terus berjalan dan biaya pendidikan anak yang semakin besar, Siti harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia bahkan sempat meminjam uang dan menggadaikan cincin satu-satunya demi membiayai sekolah anak. Usahanya pun sempat terhenti karena harus fokus mendampingi sang suami menjalani pengobatan.Titik balik datang ketika ia terpilih menjadi penerima Program UMiMAX pada 2025. Melalui bantuan gerobak usaha, peralatan, bahan baku, dan pendampingan usaha, Siti kembali menjalankan usahanya. Usaha nasi uduk dan ayam geprek yang sebelumnya dijalankan kini berkembang dengan tambahan kopi UMiMAX dan berbagai menu baru.Saat ini, usaha yang dijalankan Siti mampu mencatat omzet sekitar Rp6 juta per minggu. Dari hasil usahanya, ia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga melunasi utang dan menebus kembali cincin yang pernah digadaikannya."Bagi saya, UMiMAX bukan hanya bantuan usaha. Ini adalah kesempatan untuk bangkit kembali ketika saya merasa sudah tidak punya jalan keluar," ujar Siti.Melalui dukungan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan, UMiMAX diharapkan dapat membantu semakin banyak masyarakat membangun usaha mandiri. Bagi para korban PHK dan kelompok ekonomi rentan, program ini bukan hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menghadirkan harapan untuk bangkit dan kembali menata masa depan.