JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Jakarta menjadi opsi alternatif bagi warga untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Strategi penjualan di bawah harga warung kelontong hingga ritel modern ini merupakan terobosan KKMP di tengah tantangan ekonomi.Meski begitu, pengurus koperasi maupun pemerintah menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini tidak dirancang untuk menyaingi usaha kecil warga, melainkan untuk berkolaborasi dan menaikkan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Jual Kebutuhan Lebih Murah
Di tengah Jakarta, salah satu daya tarik utama KKMP adalah menekan harga jual kebutuhan sehari-hari yang menjadi urat nadi warga.
Pengawas KKMP Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Fiko (50), mengungkapkan bahwa salah satu terobosan koperasinya adalah menjual gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di bawah standar harga eceran warung.
"Misalnya tabung gas elpiji melon ya, mohon maaf, kalau di warung-warung itu mungkin sekitar antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Di kami (KKMP) sendiri kami bisa agak menekan menjadi sekitar Rp 17.500 sampai Rp 18.000, selisih 2.000 perak," kata Fiko saat ditemui di sela pelatihan Pengurus KKMP di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).








