JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan iklim telah meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca panas yang dapat mengganggu performa pemain dan memperlambat tempo permainan pada 97 dari total 104 pertandingan di Piala Dunia mendatang.

Hal tersebut menurut kajian sebuah lembaga riset dan komunikasi iklim nirlaba awal bulan ini seperti dikutip Kyodo, Selasa (9/6/2026).Climate Central melakukan analisis terhadap peluang suhu melampaui 28 derajat celsius, sebagaimana dilansir Antara.

Baca juga: 5 Masalah Besar Jelang Piala Dunia 2026

Angka tersebut merupakan sebuah ambang batas yang dikaitkan dengan penurunan performa atlet, seperti berkurangnya frekuensi sprint dan waktu pemulihan yang lebih lambat.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa panas ekstrem akan mengancam keselamatan para atlet dan penggemar.