LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Pihak pondok pesantren (ponpes) di Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), buka suara soal kasus tiga santri diduga dibakar temannya.
Insiden yang terjadi pada November 2025 ini mengakibatkan dua santri mengalami luka bakar, sementara satu lainnya telah meninggal dunia.
Pihak keluarga dari salah satu korban pun telah melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Tengah.Baca juga: 3 Santri di Lombok Diduga Dibakar Teman, Awalnya Ponpes Sebut Kecelakaan Saat Bakar Sampah
Ponpes Bantah Lepas Tangan
Ahmad Muzakki Rahmatullah, selaku ketua ponpes, membantah tudingan bahwa pihaknya lepas tangan terhadap korban, termasuk terkait biaya perawatan yang dijalani SAH (13) dan dua santri lainnya.







