JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku hancur menghadapi proses hukum yang menjerat dirinya setelah pengorbanan yang dia lakukan untuk negara.

Hal itu disampaikan Nadiem saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).Dalam pleidoinya, Nadiem mengatakan dirinya telah mempertaruhkan kondisi finansial, reputasi, hingga ketenangan keluarga demi mengabdi di pemerintahan.

Namun, ia mengaku justru berakhir di balik proses pidana.

“Hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim.

Baca juga: Nadiem Beri Pesan ke Anak Muda yang Masuk Pemerintahan: Seimbangkan Profesionalisme dan Politik