SATU hari setelah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) resmi berdiri, Presiden Prabowo Subianto mengumumkannya dari podium Rapat Paripurna DPR sebagai terobosan bersejarah.
Perusahaan tersebut ditunjuk sebagai satu-satunya pintu ekspor untuk komoditas strategis Indonesia, mulai dari sawit, batu bara, hingga ferroalloy.
Pasar bereaksi dalam hitungan menit. IHSG anjlok lebih dari dua persen saat pidato masih berlangsung, dan keesokan harinya melanjutkan pelemahan tiga persen hingga ke kisaran 6.100.Banyak pihak menafsirkan reaksi tersebut sebagai kepanikan sesaat. Padahal, pasar sedang melakukan sesuatu yang lebih esensial dari sekadar fluktuasi harga.
Pasar sedang membaca kebijakan, menghitung risiko, dan menyampaikan pendapatnya. Dan pendapat pasar tersebut sama sekali tidak menggembirakan.
Dari Pemerintah yang Frustasi Lahir kebijakan Rentan















