Jakarta -
Tim kolaborasi film 'Pesta Babi' angkat bicara terkait tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau biasa dikenal Mama Sinta, melapor ke Polda Metro Jaya. Tim kolaborasi film menghormati keputusan Mama Sinta."Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung. Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini," tulis keterangan tertulis yang diunggah di akun media sosial Watchdoc Dokumentary, dikutip detikcom, Sabtu (30/5/2026)."Meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," imbuhnya.
Adapun tim kolaborasi film Pesta Babi ini terdiri atas beberapa organisasi. Mereka adalah Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc. Tim kolaborasi menyebut pihaknya belum bisa menghubungi atau menemui Mama Sinta sejak videonya beredar viral hingga laporan polisi dibuat. Mereka masih berupaya untuk berkoordinasi dengan Mama Sinta."Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya. Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua," ujarnya.













