TEL AVIV, KOMPAS.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak militernya segera menemukan solusi dalam menghadapi gelombang serangan drone peledak dari Hizbullah di Lebanon.

Netanyahu secara terbuka menyebut serangan drone tersebut sebagai ancaman besar bagi negaranya.Kekhawatiran ini kian memuncak setelah lebih dari 15 drone peledak milik Hezbollah dilaporkan kembali meledak di wilayah Israel pada Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Israel Serang Lebanon Lagi meski Gencatan Senjata, Pasukan Darat Tembus Garis Kuning

Saluran media lokal Israel, Channel 12, melaporkan bahwa sebagian besar drone tersebut berhasil menghantam zona militer.

Menanggapi situasi tersebut, militer Israel dilaporkan masih terus berjuang keras untuk merumuskan respons yang efektif.