JAKARTA, KOMPAS.com - Pro dan kontra mengemuka menyambut pengangkatan warga negara asing (WNA) menjadi pemimpin perusahaan pelat merah yang menjadi pintu tunggal ekspor sumber daya Indonesia.
Pemerintah mendirikan BUMN baru bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis mulai 1 Juni 2026.Namun, pembentukan perusahaan yang bekerja langsung di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara itu langsung memicu polemik setelah posisi direktur utamanya diisi warga negara Australia, Luke Thomas Mahony.
Baca juga: PDI-P Kaget WNA Jadi Dirut BUMN Khusus Ekspor: Ini Menyangkut Devisa Negara
Di satu sisi, langkah tersebut dinilai sebagai upaya Presiden Prabowo Subianto memberantas mafia dan praktik kongkalikong ekspor SDA.
Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran soal kedaulatan ekonomi hingga potensi ketergantungan terhadap tenaga asing di sektor strategis nasional.






