Jakarta - Pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai dapat menambah pendapatan negara lebih besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri pendapatan negara bisa meningkat dua kali lipat.Menurut Purbaya, pembentukan DSI dapat menghilangkan praktik pelaporan nilai barang atau jasa dalam faktur (invoice) yang sengaja dibuat lebih rendah dari nilai transaksi atau under invoicing.Eks Bos LPS itu menyatakan dana yang berhasil diselamatkan dari praktik ilegal tersebut dapat dipakai untuk program-program pemerintah.
"Saya untung, income saya bisa naik 2 kali lipat mungkin lebih karena income tax, dari pajak penghasilan, dari export tax juga untung," tegas Purbaya saat menghadiri Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026)."Jadi dengan itu saya, harapkan uang saya lebih banyak dan dipakai untuk program pemerintah termasuk pendidikan maupun program pembangunan daerah," tambahnya menekankan.Purbaya lantas bercerita pembentukan PT DSI bermula saat Presiden Prabowo Subianto mendapatkan informasi terjadinya praktik under invoicing. Berangkat dari situ, Purbaya langsung memeriksa 10 perusahaan ekspor terbesar di Indonesia dengan mengecek rute pengiriman.Hasilnya, Purbaya mendapati data perusahaan yang biasa ekspor dari Jakarta ke Amerika Serikat (AS) menggunakan pedagang perantara di Singapura. Nah data tersebut ternyata tidak padu."Jadi saya periksa pedagang perantaranya perusahaannya dia juga. Harga dari sini ke Singapura setengah dari harga Singapura ke AS. Jadi, kalau sebagai Menkeu saya rugi, pajak ekspor saya peroleh separuhnya, pajak pendapatan juga separuhnya, devisa lebih sedikit," tambah Purbaya.Kemudian lahirlah BUMN Ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Melalui badan tersebut, lanjut Purbaya, pengusaha yang ingin melakukan ekspor hanya bisa melewati PT DSI.















