Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib buka suara soal pembentukan BUMN khusus ekspor di bawah koordinasi BPI Danantara. Labib menilai ini merupakan kebijakan yang dapat memperkuat tata kelola perdagangan sumber daya alam (SDA) Indonesia.Selain itu, kebijakan tersebut juga dapat mengoptimalkan keuntungan negara dari sektor ekspor komoditas strategis. Dia menilai Indonesia membutuhkan instrumen perdagangan nasional yang lebih terintegrasi agar ekspor sumber daya alam tidak lagi berjalan parsial dan rentan terhadap kebocoran penerimaan negara."Pembentukan BUMN ekspor di bawah Danantara dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem perdagangan nasional," ujar Labib dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya selama ini tata niaga ekspor komoditas strategis Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan struktural, mulai dari praktik underpricing, lemahnya kontrol rantai perdagangan internasional, kebocoran devisa hasil ekspor, hingga rendahnya posisi tawar Indonesia di pasar global.Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah dari kekayaan alam nasional dinilai belum sepenuhnya memberikan pendapatan maksimal bagi negara."Kehadiran perusahaan negara yang berfungsi sebagai aggregator sekaligus pengelola perdagangan ekspor SDA strategis diharapkan mampu mendorong optimalisasi keuntungan perdagangan global bagi pendapatan negara," jelas Labib.