Ratusan WNA tertangkap tangan saat beroperasi sebagai operator judi online di jantung Jakarta. Penangkapan ini memunculkan kekhawatiran Indonesia mulai menjadi salah satu titik baru jaringan judi daring di kawasan Asia Tenggara.
Lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Plaza Tower di Jakarta Barat kini sepi. Dua lantai paling atas yang beberapa hari lalu digerebek Bareskrim Polri karena diduga menjadi pusat operasional judi online itu tampak tertutup dan nyaris tanpa aktivitas. Ruangan-ruangan yang sebelumnya dipakai ratusan operator selama dua bulan itu kini lengang.
Sebelumnya, Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek dua lantai teratas gedung tersebut dan menangkap 320 warga negara asing yang diduga terlibat dalam operasional judi online. Dari lokasi, polisi menyita perangkat komputer, telepon seluler, serta berbagai perlengkapan kerja yang digunakan untuk mengelola puluhan situs judi daring.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Untung Widyatmoko membocorkan penanganan WNA yang ditangkap dalam kasus judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower tidak dilakukan dengan deportasi langsung. Mereka diproses melalui mekanisme kerja sama penyidikan lintas negara.
“Dan saya sudah menghubungi Interpol, NCB Interpol negara-negara di mana warga negara itu berasal untuk melakukan penyidikan secara terbatas ke Indonesia, membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengungkap,” ungkap Untung kepada detikX.













