JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebutkan bahwa Kampung Narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur dijaga puluhan mata-mata, atau istilahnya adalah "sniper" alias pengawas lapangan.
Para "sniper" itu ditempatkan di sejumlah titik gang dan dibekali handy talky (HT) untuk memantau situasi sekaligus memberi peringatan jika ada aparat yang masuk."Peredaran tersebut terbuka, terstruktur, dan terorganisir dalam penjualannya dengan melibatkan banyak pengawas loket penjualan tersebut serta para pengawas dibekali handy talky," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Sindikat Narkoba di Kampung Narkoba Samarinda, 11 Orang Ditangkap
Adapun Bareskrim melakukan operasi membongkar kampung tersebut selama 11-16 Mei 2026.
Polisi menyebut sistem pengamanan di sana dilakukan secara berlapis oleh sindikat untuk mengawasi aktivitas jual beli sabu.










