KOLOMBO, KOMPAS.com - Meningkatnya jumlah penangkapan tersangka penipu asing di Sri Lanka, membuat pihak berwenang khawatir negaranya cepat menjadi pusat penipuan daring.
Hal ini menyusul penindakan besar-besaran di daerah rawan kejahatan seperti Kamboja dan Myanmar.Para pejabat mengatakan, beberapa jaringan penipuan yang terpaksa keluar dari negara-negara di Asia Tenggara telah beralih ke basis baru dan semakin banyak memindahkan operasinya ke Sri Lanka.
Pasalnya, Sri Lanka memiliki syarat visa yang longgar dan internet berkecepatan tinggi.
Baca juga: Sepupu PM Kamboja Akui Punya Saham di Perusahaan Terkait Scam, tapi Tak Dapat Apa-apa
Lebih dari 1.000 warga asing ditangkap








