JAKARTA, KOMPAS.com – Pasukan Israel dilaporkan mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional dekat Siprus, Senin (18/5/2026).
Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis Republika, yang disebut ikut menjadi korban penculikan oleh tentara Israel.Koalisi aktivis pro-Palestina menyatakan, armada yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza itu dicegat sekitar 250 mil laut dari Gaza, di wilayah barat Siprus.
Baca juga: Militer Israel Kembali Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Angkut 500 Aktivis ke Gaza
Global Sumud Flotilla menyebut pasukan bersenjata Israel naik ke sejumlah kapal dalam tindakan yang mereka sebut sebagai “pembajakan ilegal” di perairan internasional.
Israel hingga kini belum memberikan komentar langsung terkait intersepsi terbaru tersebut. Namun sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut armada itu sebagai “provokasi demi provokasi” dan menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan blokade laut terhadap Gaza ditembus.












