Ankara -
Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuduh pasukan Israel menyerang dan mencegat kapal-kapal yang mengangkut bantuan untuk Gaza di perairan internasional. Sedikitnya 100 aktivis dari berbagai negara, termasuk Indonesia, ditahan oleh pasukan militer Tel Aviv yang menaiki kapal-kapal tersebut.Insiden tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency dan AFP, Selasa (19/5/2026), terjadi saat Global Sumud Flotilla sedang menjalankan misi terbaru untuk menembus blokade yang diberlakukan Israel terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007 silam. Misi serupa telah dicegat Israel bulan lalu.Armada itu terdiri atas lebih dari 50 kapal yang berlayar sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris di perairan Mediterania di Turki. Kapal-kapal Global Sumud Flotilla membawa bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat, termasuk susu formula untuk bayi, bagi para penduduk Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan akibat gempuran mematikan Israel sejak Oktober 2023. Siaran langsung dari kapal-kapal Global Sumud Flotilla menunjukkan momen pasukan Angkatan Laut Israel menyerang dan menaiki kapal satu demi satu."Global Sumud Flotilla sedang diserang!" tulis penyelenggara Global Sumud Flotilla dalam pernyataan via media sosial X."Pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada internasional kapal-kapal kemanusiaan kami dan menculik para relawan kami," sebut pernyataan tersebut."Kami marah atas normalisasi pelanggaran terhadap hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional," tegas Global Sumud Flotilla.Situs web yang melacak lokasi armada kapal-kapal Global Sumud Flotilla menunjukkan beberapa kapal dicegat di perairan sebelah barat Siprus.











