JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi rebutan ruang politik menjelang Pemilu 2029.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan organisasi relawan Projo sama-sama menempatkan Jokowi sebagai figur sentral untuk menjaga pengaruh politik mereka ke depan.Di satu sisi, PSI secara terbuka menyatakan Jokowi sudah menjadi bagian dari arah perjuangan partai.
Di sisi lain, Projo menegaskan bahwa Jokowi bukan milik kelompok atau partai tertentu.
Polemik mengenai “Jokowi effect” itu pun memunculkan pertanyaan baru soal seberapa besar pengaruh Jokowi mendongkrak elektabilitas politik setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.
Baca juga: Sekjen Projo: Jokowi Bukan Milik Kelompok atau Partai Tertentu














