PEMILU 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun dalam politik Indonesia, pembicaraan tentang suksesi sering datang jauh sebelum agenda pemerintahan benar-benar selesai dikerjakan.
Di tengah situasi itu, satu nama terus hadir dalam hampir setiap percakapan politik nasional: Joko Widodo.
Nama itu kini tidak lagi sekadar melekat pada seorang mantan presiden. Ia telah berkembang menjadi simbol keberlanjutan politik, titik temu kepentingan elite, sekaligus referensi elektoral yang masih diperhitungkan banyak partai.Karena itu, fenomena yang populer disebut “Jokowi Effect” terus muncul dalam diskursus menuju Pemilu 2029.
Istilah tersebut memang bukan konsep baku dalam ilmu politik. Namun, publik memahaminya sebagai pengaruh politik Jokowi terhadap perilaku pemilih, arah koalisi, hingga pembentukan figur penerus setelah dirinya tidak lagi menjabat.
Dalam demokrasi modern, pengaruh mantan pemimpin sebenarnya bukan hal aneh. Di banyak negara, mantan presiden tetap memiliki pengaruh moral maupun politik.









