JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu mempertimbangkan kembali terkait rencana melibatkan Jokowi dalam agenda politiknya.

Menurut Jamiluddin, langkah tersebut dinilai spekulatif bagi partai berlambang gajah itu."Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI, tampaknya akan berujung pada kekecewaan. Bahkan kehadiran Jokowi ke penjuru tanah air membawa panji-panji PSI bisa jadi akan menjadi bumerang pada partai gajah tersebut," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Baca juga: Saat PSI-Projo Berebut Narasi Jokowi, Seberapa Kuat “Jokowi Effect” di 2029?

Dirinya memahami bahwa PSI membutuhkan sosok besar agar bisa lolos ke Senayan. Kendati demikian, sosok Jokowi hari ini dipandang tidak sama seperti 10 tahun lalu.

"Jokowi bukan lagi sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa untuk berpihak kepadanya. Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial, termasuk terkait ijazahnya," ujar Jamiluddin.