Jakarta - Presiden Prabowo Subianto pagi ini menyerahkan sejumlah alutsista kepada TNI. Dia menekankan pemerintah ingin menambah kekuatan pertahanan nasional Indonesia.Kekuatan pertahanan nasional akan ditambah baik di udara, darat, maupun di laut. Dia menekankan peningkatan kekuatan pertahanan sangat diperlukan di tengah gejolak geopolitik dunia."Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri. Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/6/2026).
Menanggapi pernyataan Prabowo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan APBN akan mendukung penuh komitmen penambahan kekuatan pertahanan negara. Dia bilang anggarannya ada dan sudah disiapkan."Tahun depan ada. Tahun depannya lagi juga ada, tahun depan udah ada anggaran juga cukup besar. Jadi, kan di tengah uncertainty seperti sekarang yang dibilang presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita," ujar Purbaya dalam kesempatan berbeda di tempat yang sama.Ketika ditanya berapa besaran anggaran pertahanan yang disiapkan, dia enggan menjawab rinci. Menurutnya, urusan itu adalah rahasia negara.Yang jelas, dia menegaskan APBN mampu membiayai kebutuhan pertahanan negara. Kocek negara, sebut Purbaya, juga cukup untuk membiayai program-program unggulan lainnya. Yang paling penting, dia menekankan defisit APBN dijamin tetap berada di bawah ambang batas 3% dari PDB."Dengan ini saja sudah kita hitung defisit anggarannya di bawah 3%. Defisitnya di bawah 3%. Jadi, nggak usah khawatir. Semuanya udah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain," tegas Purbaya.Alutsista yang diserahkan Prabowo ke TNI yakni 6 pesawat Rafale, 4 Falcon 8X, hingga 1 Airbus A400M Atlas MRTT. Selain itu, diserahkan juga persenjataan Radar GCI GM403, serta Rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor dan Smart Weapon AASM Hammer yang merupakan bagian dari Rafale.Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam pesawat Rafale dan misil Prancis kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026). Penyerahan ditandai dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 di badan pesawat Rafale. Foto: Muhammad Farrel / detikfoto













