Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama AS di kawasan Timur Tengah, dalam pembalasan terhadap gelombang serangan terbaru Washington.

AS melancarkan serangan terhadap hampir 20 target di Iran setelah sebuah helikopter militer AS dilaporkan ditembak jatuh oleh Teheran

Iran mendesak pasukan asing di kawasan untuk meninggalkan Timur Tengah demi mengurangi risiko konflik yang semakin meluas.

Markas besar militer Iran mengumumkan bahwa serangan pembalasan telah dilancarkan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk pada Rabu (10/6) pagi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pasukannya telah menyerang sebanyak 21 target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi Timur Tengah memanas setelah serangan AS ke Iran. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal.

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke Iran. Ledakan terdengar di dekat Selat Hormuz.

Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memanas. Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain.

Militer AS mengumumkan pasukannya telah "menyelesaikan" gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari.

Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut

AS menyatakan bahwa serangan terbarunya ke Iran telah selesai setelah operasi militer akibat penembakan helikopter Apache di Selat Hormuz.

IRGC mengancam akan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah menjadi 'neraka' jika Amerika Serikat (AS) mengganggu stabilitas di Selat Hormuz.

Iran menyatakan gencatan senjata di Timur Tengah kini nyaris tidak ada artinya menyusul serangan terbaru Amerika Serikat (AS).

Sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat gelombang serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

AS menyatakan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran telah selesai. Teheran sempat melancarkan balasan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Militer Iran mengancam akan memberikan respons yang "menghancurkan dan tegas" terhadap setiap agresi AS di kawasan Timur Tengah.

Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama AS di kawasan Timur Tengah, dalam pembalasan terhadap gelombang serangan terbaru Washington.