TEHERAN, KOMPAS.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah menjadi "neraka" jika Amerika Serikat (AS) mengganggu stabilitas di Selat Hormuz.
Peringatan ini muncul setelah militer AS meluncurkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran.Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi menegaskan bahwa gertakan tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan AS.
Baca juga: AS dan Iran Saling Serang 2 Hari Beruntun, Gencatan Senjata Hancur
Kantor berita negara WANA melaporkan pada Kamis (11/6/2026), Mousavi secara terbuka menantang tindakan Washington yang dinilai mengancam jalur pelayaran vital tersebut.
"Apakah Anda akan membuat Selat Hormuz yang sakral menjadi tidak aman? Kami akan mengubah seluruh kawasan menjadi neraka bagi Anda dari penjuru Iran," ujar Mousavi.












