TEHERAN, KOMPAS.com – Iran menyatakan gencatan senjata di Timur Tengah kini nyaris tidak ada artinya menyusul serangan terbaru Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (11/6/2026), di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.Perang yang dipicu serangan AS-Israel pada 28 Februari tersebut sempat terhenti setelah gencatan senjata ditandatangani pada April.
Baca juga: Selat Hormuz Membara, Iran Bertekad Ubah Seluruh Kawasan Jadi Neraka
Namun upaya merundingkan perdamaian permanen terus menemui jalan buntu, dan serangkaian insiden sporadis berulang kali mengguncang stabilitas gencatan tersebut.
Terbaru, AS menyerang sejumlah titik di Iran pada Rabu (10/6/2026) dengan alasan helikopter Apache ditembak jatuh.










