Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang juga Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan selama ini penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Sekitar 50% bansos yang disalurkan tidak sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya."Selama ini banyak sekali tadi 50% (bansos) off target secara nasional, ya," ujar Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (10/9/2026).Oleh karena itu, saat ini pemerintah akan meluncurkan digitalisasi bantuan sosial (bansos) secara nasional pada Oktober 2026. Harapannya, penyaluran bansos bisa benar-benar didapatkan oleh masyarakat yang memang membutuhkan.

"Sekarang kita perbaiki, ya kita berharap nanti ya mungkin kurang dari 10%, dan mungkin sampai mendekati 100%, kalau 100% tidak mungkin, karena dinamis sekali, ya," katanya.Terkait adanya masalah terkait akurasi desil. Luhut percaya hal persoalan tersebut dapat segera diatasi lewat kerja sama lintas instansi."Masalahnya tentu tidak sesederhana itu banyak masalah mengenai desil-desil. Tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya itu bisa teratasi makin lama makin sedikit masalah. Dan saya berharap pada waktu Presiden roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius," ujarnya.Pemerintah membangun sistem perlinsos digital berbasis Digital Public Infrastructure (DPI) yang mengintegrasikan identitas digital, pertukaran data antarinstansi, dan pembayaran digital. Verifikasi penerima dilakukan menggunakan biometrik wajah yang terhubung dengan data Dukcapil.Melalui sistem ini, masyarakat nantinya dapat mengecek maupun mengajukan bansos secara mandiri menggunakan NIK melalui portal resmi pemerintah. Sistem akan memverifikasi kelayakan penerima berdasarkan data lintas instansi seperti kepemilikan kendaraan hingga status ASN.Pemerintah juga menyiapkan mekanisme sanggah bagi warga yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar. Menurut Luhut, sistem yang dibangun akan memanfaatkan Artificial Intelligence demi meminimalisir kesalahan."Karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia. Jadi semua berbasis dibangun ekosistem untuk bekerja dengan ekosistem tadi," katanya.Lihat juga Video: 4,5 Juta Keluarga Ajukan Diri untuk Dapat Bansos pada 2026