Jakarta -
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang juga Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan penyaluran bantuan sosial ke depan tidak lagi diberikan dalam bentuk subsidi terhadap produk. Bantuan akan disalurkan transfer tunai langsung kepada masyarakat melalui rekening bank penerima.Rencananya, penyaluran bansos dalam bentuk langsung transfer tunai langsung pada kuartal I 2027. Luhut menyampaikan pada tahun ini, pemerintah sedang menyelesaikan persoalan data penerima bansos agar lebih tepat sasaran.Selain itu, Luhut mengatakan pemerintah juga sedang mencari cara agar dana bansos yang masuk ke rekening masyarakat tidak dipakai untuk judi online. Salah satu opsi yang dipikirkan pemerintah yakni memberikan kupon atau membatasi penggunaan dana bansos.
"Bagaimana cara memberikan? tadi sudah diberikan kepada accountnya. Tapi juga akan nanti jangan disalahgunakan juga uang itu. Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin dan segala macam," ujar Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (10/8/2026).Luhut mengatakan bantuan ini juga akan diprioritaskan bagi ibu-ibu. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi agar dana bansos tidak digunakan untuk judi online."Tapi kita waspadai jangan sampai jadi judol. Makanya uang-uang dana nanti itu akan target pada ibu-ibu. Kalau ibu-ibu lebih sedikit judol lah," ujarnya.Luhut mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 50 juta masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1-5 yang akan mendapatkan bansos ini."Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya? 50 juta itu sudah pasti akan diberikan. Nanti tadi pertanyaannya dari mana uangnya? Ya nanti saya kira fiskal kemarin presiden dengan penghematan digitalisasi yang kami hitung bisa mencapai Rp 1.200 triliun, itu angka itu bisa akan turun ke bawah. Jadi presiden ingin tadi masalah keadilan itu betul-betul sampai ke bawah, jadi pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat," katanya.Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat untuk memiliki rekening di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Rekening bank tersebut akan digunakan untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rekening tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat di atas usia 18 tahun yang belum memiliki rekening bank. Pembukaan rekening ini dilakukan agar penyaluran bansos bisa cepat dan tepat."Itu supaya nanti setiap bantuan itu betul-betul cepat dan tepat sasaran. Bansos dan lain-lain. Itu rencana Pak Presiden seperti itu kelihatannya," ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).Purbaya menjelaskan, proses pembukaan rekening nantinya akan melibatkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)."Ada juga kemungkinan, ini sudah selesai sih diskusi kita? Dalam diskusi ya, ada kemungkinan juga nanti setiap orang yang bikin KTP langsung otomatis dibuatkan rekeningnya," terangnya.Lihat juga Video Kemensos Telusuri 1,4 Juta KPM Terindikasi Judol, Bansosnya Masih Ditahan







