Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, menyebut Presiden Donald Trump telah menghubungi para pemimpin dunia yang bekerja sama dengan AS. Trump disebut meminta mereka untuk mengisolasi Iran secara ekonomi.Dilansir CNN, Selasa (25/8/2026), Bessent menolak menyebutkan negara mana saja yang telah berkomunikasi dengan Trump."Kami sudah melihat beberapa hasil," klaim Bessent, seraya menambahkan bahwa Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS akan menindaklanjuti hal tersebut melalui kunjungan dan panggilan telepon resmi. Kedua departemen tersebut akan memberi tahu setiap negara "secara tepat apa yang kami harapkan dan batas waktunya."

"Dan saya memperkirakan dengan sangat cepat, jika mereka tidak merespons, Anda akan melihat konsekuensi dari tindakan mereka," tegas Bessent.Bessent juga menolak menetapkan batas waktu spesifik kapan negara-negara tersebut harus memutus hubungan ekonomi dengan Iran atau menghadapi sanksi finansial dari Amerika Serikat. "Saya tidak akan menetapkan batas waktu, tetapi kami tidak memiliki kesabaran yang tanpa batas di sini," katanya.Ancam Negara yang Membantu IranBessent pun mengancam akan mengeluarkan kelompok-kelompok yang membantu Iran melakukan pencucian uang dari sistem keuangan Amerika Serikat yang menjadi pusat perekonomian global."Saya ingin memperjelas: Entitas mana pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS. Waktu mulai berjalan sekarang," kata Bessent dalam pernyataan yang telah dipersiapkannya pada Senin."Jika mereka memfasilitasi transaksi dan menjadi bagian dari ekosistem yang mengubah minyak Iran menjadi uang, lalu menjadi alat penindasan, mereka akan menjadi sasaran," ujar Bessent menanggapi pertanyaan mengenai sanksi.Dalam siaran persnya, Departemen Keuangan AS menggunakan bahasa yang sedikit lebih lunak dengan menyatakan bahwa setiap entitas yang memfasilitasi pencucian uang atau penghindaran sanksi "berisiko diputus aksesnya dari sistem keuangan AS."Ketika ditanya apakah bank-bank China dapat menghadapi sanksi sekunder karena diduga membantu Iran, Bessent mengatakan pendekatan terbaik adalah melalui"diplomasi diam-diam", tetapi menambahkan bahwa "tidak ada seorang pun yang berada di luar jangkauan sanksi AS.""Kami sedang menyamakan persepsi dengan setiap negara untuk menyampaikan harapan kami," katanya. "Kami tahu siapa mereka. Mereka tahu siapa mereka. Jadi ketika palu sanksi Departemen Keuangan AS dijatuhkan kepada mereka, mereka tidak akan memiliki siapa pun untuk disalahkan selain diri mereka sendiri."Bessent menambahkan bahwa publik dapat memperkirakan adanya pengumuman besar mengenai sanksi yang menargetkan sebuah lembaga keuangan yang belum disebutkan namanya pada akhir pekan ini.