WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan konsekuensi ekonomi yang dahsyat terhadap negara mana pun yang membantu atau melakukan bisnis dengan Iran.

Ancaman tersebut disampaikan Trump setelah gencatan senjata selama 60 hari dengan Iran berakhir pada Senin (17/8/2026) tanpa adanya tanda-tanda penyelesaian diplomatik maupun jalan keluar militer dari perang yang dimulai pada akhir Februari.“SETIAP negara yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan jenis jalur kehidupan apa pun kepada Iran akan menghadapi KONSEKUENSI Ekonomi yang DAHSYAT,” tulis Trump di platform Truth Social pada Rabu (19/8/2026) malam, yang dikutip BBC.

Baca juga: Iran Sebut California sebagai Wilayah Barunya, Balas Klaim Trump pada Hormuz

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara spesifik bentuk hukuman yang akan dikenakan terhadap negara-negara tersebut.

Pria berusia 80 tahun itu juga menyebut sejumlah aktivitas yang menurutnya harus segera dihentikan, termasuk penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang, transfer uang tunai, rumah penukaran uang, registrasi kapal, serta perusahaan cangkang.