TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengancam akan memperlakukan negara-negara tetangga sebagai musuh dan menargetkan kepentingan mereka jika bergabung dengan kampanye Amerika Serikat (AS) untuk melumpuhkan perekonomiannya.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei mengeluarkan peringatan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Sabtu (22/8/2026).“Kami memberi tahu semua negara tetangga untuk tidak bergabung dalam perang ekonomi AS. Jika tidak, kami akan menganggap mereka sebagai musuh,” kata Rezaei kepada IRIB, dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan-pernyataannya muncul setelah meningkatnya ancaman ekonomi dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Berada pada Posisi Kuat, Presiden Iran Ingin Akhiri Perang dengan AS

Strategi Iran hadapi perang ekonomi AS