Teheran -
Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan berbagai negara mengenai adanya "konsekuensi" jika mereka turut serta dalam operasi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut. Otoritas Teheran menegaskan tekad untuk melawan sanksi-sanksi tersebut melalui kemampuan multilateral.Peringatan untuk negara-negara yang bekerja sama dengan AS itu, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (24/8/2026), disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei."Amerika, negara yang seharusnya datang untuk membantu rakyat Iran, justru menggunakan segala cara yang ada untuk menghukum rakyat Iran hanya karena satu alasan: karena keteguhan mereka dalam menolak tekanan terhadap kemerdekaan, kedaulatan nasional, dan martabat mereka," ucapnya.
"Terkait hal ini, peringatan yang diperlukan tentu telah dan sedang disampaikan, karena keterlibatan apa pun bersama Amerika dalam menjalankan tindakan agresifnya terhadap Iran, pasti akan membawa konsekuensi tersendiri," kata Baghaei dalam pernyataan terbarunya pada Senin (24/8). "Iran akan memanfaatkan seluruh kemampuan multilateralnya untuk melawan sanksi-sanksi ekonomi tersebut," tegasnya.Presiden AS Donald Trump, pekan lalu, mengumumkan "operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun". Dia menggambarkan tekanan maksimum terhadap Iran sebagai "perang dan isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya".Presiden AS itu juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang "memberikan bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun" kepada Iran, maka akan menghadapi "konsekuensi ekonomi yang SANGAT BERAT".









