KOMPAS.com - Secara umum pilihan jurusan kuliah memiliki pengaruh terhadap prospek pekerjaan dan potensi penghasilan seseorang setelah lulus.
Setiap bidang studi menawarkan peluang yang berbeda, baik dari sisi tingkat pengangguran maupun kesesuaian antara pendidikan dan pekerjaan.
Dilansir dari The Hill (14/2/2026), sejumlah jurusan tercatat memiliki tingkat pengangguran yang relatif rendah.Menariknya, jurusan-jurusan tersebut cenderung memiliki satu kesamaan, yakni berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan interaksi langsung dengan orang lain dan relatif sulit dilakukan sepenuhnya secara daring atau digantikan oleh teknologi.
Temuan tersebut berasal dari analisis Federal Reserve Bank of New York (New York Fed) terhadap kondisi lulusan perguruan tinggi dari 73 jurusan, menggunakan data Biro Sensus AS.
Empat dari 10 jurusan dengan tingkat pengangguran terendah berada di bidang pendidikan.








