JAKARTA, KOMPAS.com- Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan jumlah usaha di Indonesia. Di balik petugas yang datang dari rumah ke rumah, ada kebutuhan untuk memperbarui gambaran ekonomi nasional yang sudah tertinggal satu dekade.

Pesan itu mengemuka dalam Kompas.com Talks bertema “Pentingnya Setiap Usaha Terdata pada Sensus Ekonomi 2026” di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI Moh. Edy Mahmud mengatakan Sensus Ekonomi perlu dilakukan karena struktur ekonomi Indonesia berubah cepat sejak sensus terakhir pada 2016.Perubahan terlihat dari cara masyarakat memproduksi barang, menjual produk, mendistribusikan barang, hingga melakukan transaksi.

“Cara orang memproduksi barang sudah berubah, cara orang memasarkan, mendistribusikan barang sudah berubah,” ujar Edy.

Baca juga: Data Sensus Ekonomi Penting untuk Bantu UMKM Naik Kelas