Jakarta - Badan Pusat Statistik RI (BPS) mulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia. Melalui sensus yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini, BPS akan memotret secara utuh perekonomian Indonesia sekaligus mencatat berbagai perubahan dalam satu dekade terakhir sebagai landasan pengambilan kebijakan yang lebih tepat.Menandai dimulainya pendataan tersebut, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari. Sonny secara langsung memimpin kegiatan pencanangan sekaligus apel gabungan pegawai pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta.Sonny menyampaikan SE2026 merupakan kegiatan strategis dan hasilnya menjadi landasan penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Setiap usaha yang didata akan menjadi bagian dari fondasi penyusunan kebijakan pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026," jelas Sonny, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Foto: dok. BPSHal tersebut ia sampaikan pada kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari, Senin (15/6). Sonny menyampaikan apresiasi atas komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menyukseskan SE2026 yang ditandai dengan pembacaan deklarasi dukungan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sultra.Lebih lanjut, Sonny juga mengajak masyarakat mendukung SE2026 melalui 'TIR', yaitu Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga keamanannya.Pada apel tersebut, Sonny turut memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas SE2026 di Provinsi Sulawesi Tenggara. BPS menerjunkan lebih dari 2.600 petugas untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Provinsi Sultra."Periode pendataan lapangan SE2026 lebih panjang dibandingkan sensus sebelumnya, dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara optimal dan tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan," ujarnya.Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Foto: dok. BPSSehari sebelum pelaksanaan pencanangan, Sonny terlebih dahulu disambut dan berdiskusi dengan Gubernur Sultra TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wagub Hugua, serta Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Muhammad Fadlansyah.Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan langsung dukungan jajaran Pemprov Sultra untuk SE2026 sebelum Ia bertolak menunaikan ibadah umrah.Sebelumnya, pada Kamis (11/6), Sonny juga secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Bertempat di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, agenda pencanangan diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Pekan Inovasi dan Investasi Sumut sebagai wujud kolaborasi dalam memperkuat basis data ekonomi daerah.Pada kesempatan yang sama, Sonny menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota (Walkot), serta Wakil Bupati (Wabup)/Wakil Wali Kota (Wawalkot) di Sumut atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan SE2026.Dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan SE2026 yang dilaksanakan pada 15 Juni - 31 Agustus 2026."SE2026 adalah sensus ekonomi yang paling lengkap. Selain pelaku usaha akan didatangi, baru kali ini sensus ekonomi akan door-to-door ke rumah-rumah. 4,8 juta keluarga di Sumatera Utara akan didatangi," ujar Sonny."Selain itu, untuk sensus ekonomi kali ini, kami akan mencacah pelaku usaha pertanian yang tidak tercakup pada sensus ekonomi sebelumnya," sambungnya.Data yang dihasilkan dari SE2026 dapat memberikan gambaran struktur ekonomi yang lebih komprehensif sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan. Hasil SE2026 nantinya dapat memperkuat pembangunan daerah, termasuk membangun Sumut yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing."Dengan SE2026, kita bisa memahami struktur ekonomi dengan baik, melakukan pembinaan UMKM, melihat sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja, serta melihat peluang investasi yang ada di Sumatera Utara dengan lebih lengkap," jelas Sonny.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan SE2026 di Sumut."Sensus ekonomi menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperoleh data yang lebih mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan," ujar Bobby.Bobby mengajak seluruh bupati, wali kota, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan di Sumatera Utara untuk mendukung serta mensosialisasikan SE2026 kepada masyarakat melalui berbagai forum dan kegiatan.Sebagai informasi, apel gabungan di Sultra turut dihadiri oleh Wagub Sultra Hugua; Inspektur Utama BPS Dadang Hardiwan; Pj Sekda Muhammad Fadlansyah; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); Wawalkot Kendari Sudirman; Pejabat Pimpinan Tinggi Pemprov Sultra; Kepala Instansi Vertikal; Pimpinan BUMN/BUMD; asosiasi dan pelaku usaha; media massa; serta jajaran BPS di Provinsi Sultra.Sementara dalam kegiatan pencanangan di Sumut, dihadiri oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution; Anggota DPRD Provinsi Sumut Wagirin Arman; Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini; Bupati/Walkot serta Wabup/Wawalkot di Provinsi Sumut; serta unsur Forkopimda Provinsi Sumut.Tonton juga video "BPS Catat MBG Dorong Kenaikan Sektor Konstruksi dan Makan-Minum"









