Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 sebesar 5,29% secara yoy. BPS mengungkap, lima lapangan usaha memberikan kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi."Lapangan usaha pertama yang memberikan kontribusi besar kepada PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Total kelima lapangan tersebut mencakup sekitar 63,73% dari total PDB Indonesia," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS Jakarta, Rabu (5/8/2026).Dia menyebut, sejumlah lapangan usaha tumbuh tinggi. Sebutnya, lapangan usaha yang tumbuh tinggi yaitu pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,81%.

"Peningkatan ini disebabkan peningkatan penjualan listrik semua segmen konsumen, utamanya rumah tangga, bisnis dan industri," katanya.Kemudian, penyediaan akomodasi makan minum tumbuh 10,60% didorong oleh peningkatan okupansi hotel dan peningkatan jasa boga sejalan dengan semakin luasnya jangkauan penerima MBG."Informasi dan komunikasi tumbuh 6,97% ditopang oleh semakin luasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan dan perdagangan, dan lainnya," tambahnya.Di sisi lain, kata dia, lapangan usaha pertambangan terkontraksi sebesar 1,64%. Hal ini disebabkan oleh pertambangan biji logam terkontraksi 9,42% akibat penurunan produksi beberapa komoditas tambang seperti bijih bauksit, timah, nikel."Selain itu belum pulihnya operasi tambang bawah tanah di Grasberg di provinsi Papua Tengah pasca insiden longsor pada September 2025," ungkapnya.