JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan di atas level 5 persen pada kuartal II 2026. Namun, jika ditelisik lebih dalam, mesin penggerak ekonomi mulai bergeser.

Selama bertahun-tahun, konsumsi rumah tangga dikenal sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.Kali ini, justru belanja pemerintah menjadi komponen yang melesat paling tinggi, didorong pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) hingga belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi Digital, Talenta Lokal Jadi Kunci

Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy).