TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah klaim bahwa ia berulang kali mengancam akan mengundurkan diri karena berjuang melawan faksi-faksi garis keras yang menentang tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz.

Ia menuduh beberapa pihak ingin menciptakan perpecahan di dalam Iran.“Jika saya ingin mengundurkan diri, saya akan secara resmi mengumumkan pengunduran diri saya. Saya tidak akan mengundurkan diri, saya akan tetap bertahan,” ujarnya, dikutip dari The Guardian, Selasa (4/8/2026).

Klaim pengunduran diri tersebut disampaikan oleh Mohammad Bagher Kharazi yang memiliki hubungan pernikahan dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Baca juga: Iran Belum Mau Buka Selat Hormuz, Nasibnya Bergantung pada Sikap AS

Menurutnya, Pezeshkian menjadi frustrasi karena dikecualikan dari pengambilan keputusan, yang diperburuk oleh keengganan pemimpin tertinggi untuk mengungkapkan keberadaannya karena takut akan badan intelijen asing.