BANDUNG, KOMPAS.com - Narasi tentang pekerjaan instan dengan gaji selangit di luar negeri kembali menelan korban. Kali ini, nasib malang menimpa Rizki Nur Fadhilah (20), atau yang akrab disapa Iki.
Pemuda asal Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini harus melewati labirin teror psikologis hingga kekerasan fisik di Kamboja setelah tergiur lowongan kerja palsu di media sosial Facebook.
Cerita Iki ke Kamboja sempat ramai dan mengguncang pemberitaan Tanah Air.Kejadian yang bermula pada September 2025 lalu itu menuntut keberanian Iki untuk bersuara, di tengah kepungan stigma dari birokrasi yang sempat menyangsikan statusnya sebagai korban perdagangan orang.
Tergiur Janji Manis Tanpa Syarat
Langkah kaki Iki menuju jurang tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berawal dari sebuah unggahan di sebuah akun personal Facebook.








