SUMBA BARAT DAYA, KOMPAS.com – Tangis Adriana Miku Mere pecah saat mengingat penderitaan yang dialami putra kandungnya, Yubilate Kristian Bulu (23).
Pemuda asal Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjadi korban kasus penipuan online dan penyekapan di Bali oleh sindikat kejahatan bermodus lowongan kerja (loker) palsu.
Pria yang akrab disapa Krisno tersebut tidak hanya disekap selama lima hari, dari tanggal 4 hingga 9 Mei 2026, tetapi juga menjadi korban penganiayaan sadis dan pemerasan oleh para pelaku.Didampingi sang ibu di kediamannya, Krisno menceritakan kembali kisah memilukan yang dialaminya demi bertahan hidup di tengah siksaan para pelaku.
Baca juga: Modus Loker di Aplikasi Kencan, Pemuda Asal NTT Disekap dan Diperas Rp 100 Juta di Hotel Kuta Bali
Kronologi Kejadian: Jebakan Loker Palsu di Aplikasi Kencan








