WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Persediaan amunisi Amerika Serikat (AS) yang terus menyusut akibat perang melawan Iran menjadi sorotan para analis pertahanan.
Namun, menurut sejumlah pakar, sebagaimana dilansir Newswek, Rabu (29/7/2026), persoalan terbesar Washington bukan hanya stok rudal yang menipis, melainkan semakin lemahnya dukungan politik di dalam negeri serta kegagalan strategi militer mencapai tujuan perang.Sejumlah ahli menilai kedua faktor tersebut justru lebih berbahaya dibanding habisnya persediaan rudal pencegat Patriot maupun THAAD.
Baca juga: 400 Rudal China Dilaporkan Segera Diterima Iran, Nilainya Capai Rp 1,2 T
Dukungan politik dinilai jadi kendala terbesar
Kelly Grieco, peneliti senior Program Reimagining US Grand Strategy di Stimson Center, mengatakan, perang biasanya diawali dengan dukungan publik yang tinggi sebelum perlahan menurun.










