BENGKULU, KOMPAS.com - Irman, pengemudi truk angkutan asal Sumatera Barat, berdiri tertegun di samping kendaraannya. Ia baru saja selesai mencuci muka dan gosok gigi dari sisa air mineral yang dibelinya semalam.

Selama 24 jam Irman sudah mengantre bio solar di SPBU kilometer 6,5, Kota Bengkulu. Ruang kemudi sopir ia jadikan kamar untuk tidur melepas lelah seharian.

"Saya ditugaskan mengangkut semen dari Bengkulu-Sumatera Barat. Namun sulitnya mendapatkan bio solar di Pulau Sumatera menghambat pekerjaan saya," kata Irman pada Sabtu (18/7/2026).Kelangkaan bio solar tidak saja terjadi di Bengkulu, saat ia hendak bertolak dari Sumatera Barat, antrean panjang ratusan meter kendaraan mencari bio solar juga terjadi.

Baca juga: Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya

"Dari Aceh sampai Bengkulu, saya lihat antrean panjang, sulitnya mendapatkan bio solar. Tidur di mobil, tidak sempat mandi, fisik yang lelah, uang jalan yang habis menjadi musuh kami," ungkap Irman.