JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) menegaskan, keterlibatan 18 prajurit menjadi sopir truk Pertamina di Sumatera Utara imbas antre Bahan Bakar Minyak (BBM) mengular di Sumatera Utara bukan mengambil alih tugas.

“Keterlibatan personel TNI AD bukan mengambil alih tugas maupun kewenangan Pertamina ataupun PT Elnusa Petrofin, melainkan merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” tegas Kapendam Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).Sandy menjelaskan, penugasan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Elnusa Petrofin, mitra operasional Pertamina, mengajukan permohonan bantuan.

“Menugaskan 18 personel yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat (truk) untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM,” kata Sandy.

Baca juga: Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina, Ini Penjelasan Pihak Istana

Menurut dia, penugasan tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan berbagai bencana di Sumatera Utara, ketika keterbatasan pengemudi kendaraan berat sempat menghambat distribusi logistik dan BBM.