NAMPAKNYA sepak bola kini adalah satu-satunya ‘agama’ yang tidak pernah kehilangan pengikut ketika ekonomi kehilangan harapan.

Lihat saja, di Buenos Aires, dini hari bukan lagi milik para sopir taksi atau petugas ronda, tapi sudah berubah menjadi milik jutaan orang yang menatap layar televisi dengan mata merah, secangkir mate yang mulai dingin, dan jantung yang berdegup mengikuti setiap sentuhan bola Lionel Messi.

Ketika Argentina menaklukkan Inggris dan memastikan tiket menuju final Piala Dunia 2026, negeri itu kembali berpesta.Jalanan dipenuhi nyanyian dan tarian. Klakson pun bersahutan. Bendera biru-putih berkibar dari balkon-balkon apartemen yang cat temboknya mulai mengelupas dimakan krisis.

Di negeri yang berkali-kali dinyatakan "hampir bangkrut", kebahagiaan ternyata masih sanggup menemukan jalannya. Ironis? Tentu. Namun, justru di situlah letak keajaiban sepak bola.

Argentina mungkin satu-satunya negara yang mampu membuat dunia percaya bahwa inflasi dan euforia bisa hidup serumah.