Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan informasi mengejutkan terkait pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Dia mengklaim Mojtaba Khamenei sudah meninggal dunia.Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (15/7/2026), keberadaan Mojtaba Khamenei sudah menjadi tanda tanya publik sejak berbulan-bulan lalu. New York Post, bahkan, mengutip penilaian intelijen AS, melaporkan bahwa Mojtaba terluka parah dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan AS-Israel tersebut.

Mojtaba dilaporkan berada di kediaman yang sama dengan ayahnya ketika serangan udara AS dan Israel terjadi, tetapi ia selamat karena berada di ruangan yang berbeda. Pada saat itu, duta besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan Mojtaba menderita cedera pada kaki, tangan, dan lengannya dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.Sejak serangan itu, Mojtaba belum pernah muncul di depan umum atau menyampaikan pidato apa pun. Bahkan, ia juga belum pernah tampil di publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret lalu.

Mojtaba Tak Muncul di Pemakaman AyahnyaSpekulasi terkait keberadaan Mojtaba pun berlanjut. Pasalnya, ia tidak hadir di acara pemakaman ayahnya Ayatollah Ali Khamenei.Saat seremoni pemakaman ayahnya digelar selama beberapa hari di kota-kota Iran dan Irak pada awal bulan ini, Mojtaba tidak tampak hadir. Mojtaba baru muncul setelah mendiang ayahnya dimakamkan pada 9 Juli 2026 lalu.Namun, ia tidak muncul secara fisik. Mojtaba hanya merilis pernyataan yang menegaskan akan membalas kematian ayahnya."Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya dalam surat yang ditandatangani pada hari Jumat (10/7). "Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya, maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," ucap Mojtaba dalam pernyataannya."Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegasnya.