TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menepis kemungkinan pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hal itu disampaikan setelah Trump menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk bertemu dengan pemimpin baru Iran tersebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang masih berlangsung."Saya melihat sebuah laporan yang tampaknya menjelaskan bahwa dia (Trump) menyatakan siap untuk bertemu atau ingin mengadakan pertemuan," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen yang ditayangkan Kamis (4/6/2026) malam.
Baca juga: Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, Ungkap Hubungannya dengan Pemimpin Baru Iran
Namun, ia meragukan kemungkinan pertemuan tersebut dapat terwujud.
"Saya pikir kita harus realistis," ujarnya.












