WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah meninggalkan instruksi setelah muncul seruan terbuka untuk membunuh dirinya dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam wawancara dengan New York Post pada Jumat (10/7/2026), Trump mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan respons yang akan dijalankan jika skenario pembunuhan tersebut benar-benar terjadi."Saya sudah lama berada dalam daftar mereka. Itulah yang sedang kami hadapi," kata Trump.
Baca juga: Israel Wanti-wanti AS, Sebut Trump Sedang Diincar Iran
"Saya telah meninggalkan instruksi—jika sesuatu terjadi, bombardir mereka pada tingkat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," lanjutnya.
Trump juga menepis laporan bahwa Israel baru-baru ini menemukan rencana pembunuhan baru terhadap dirinya. Menurutnya, ancaman dari Iran bukanlah hal baru.














