TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Minggu (12/7/2026).
Washington melakukannya sebagai respons langsung atas aksi Teheran menutup Selat Hormuz dan menyerang kapal komersial yang melintas di jalur tersebut.
Serangan tersebut menjadi operasi militer ketiga yang dilancarkan AS sepanjang pekan ini.Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Babak Baru Ketegangan dengan AS
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan, tindakan ini merupakan konsekuensi yang harus ditanggung oleh Teheran.
“Iran membuat pilihan buruk. Sekarang mereka menanggung akibatnya,” ujar Hegseth melalui pernyataan di media sosialnya, dikutip dari CNN.












